top of page

7.Bagaimana Agar Tidak Tertular HIV ??

Jumlah orang yang terinfeksi HIV semakin hari semakin bertambah, penyebaran virus HIV juga semakin cepat, sedangkan hingga kini belum ada obat yang mampu membunuh virus HIV, belum ditemukan pula vaksin yang bisa membuat manusia kebal terhadap virus HIV, solusi terbaik dalam menyikapi bahaya HIV adalah dengan melakukan pencegahan.

Strategi pencegahan HIV, dikenal dengan metode “ABCDE”, akronim tersebut jika diuraikan memiliki makna Sebagai berikut : A (Abstain) B ( Befaithfull) C(Condom) D(Drugs) E(Education)

Abstain berarti tidak melakukan hubungan seksual sama sekali, terutama bagi individu yang belum memiliki pasangan resmi. Tidak melakukan hubungan seks merupakan cara efektif untuk menghindari tertular HIV, karena mayoritaas penularan HIV terjadi melalui hubungan seksual

Befaitfull berarti bersikap saling setia (tidak berganti-ganti pasangan). Berganti-ganti pasangan, merupakan salah satu prilaku yang beresiko, mengingat 80 % penularan HIV, terjadi melalui hubungan seksual. Dengan berganti-ganti pasangan, individu tidak hanya tertular HIV, namun juga berpotensi menularkan HIV kepada orang lain

Jika individu tidak mampu melakukan strategi Abstain dan Befaitfull, maka cara lain agar tidak tertular HIV adalah strategi C (Condom) Pemakaian kondom saat melakukan hubungan seksual beresiko, dapat menurunkan resiko tertular virus HIV dan penyakit menular seksual yang lain, hingga 80 %.

 

Strategi pencegahan selanjutnya adalah D ( Drugs). Penerapan strategi D ini adalah dengan tidak menggunakan narkoba (terutama narkoba jenis suntik), dan tidak memekai narkoba suntik , secara bergantian. Infeksi HIV menyebar secara mudah bila orang memakai alat suntik secara bergantian dalam penggunaan narkoba. Penggunaan alat bergantian juga menularkan virus hepatitis B, virus hepatitis C, dan penyakit gawat lain.

 

Darah yang terinfeksi terdapat pada semprit (insul) kemudian disuntikkan bersama dengan narkoba saat pengguna berikut memakai semprit tersebut. Ini adalah cara termudah untuk menularkan HIV karena darah yang terinfeksi langsung dimasukkan pada aliran darah orang lain.untuk mengurangi risiko penularan HIV dan hepatitis, jangan memakai alat suntik apa pun secara bergantian, dan sering cuci tangan. Membersihkan alat-alat serta kulit di daerah suntikan. Mengikuti tindakan untuk mengurangi dampak buruk (harm reduction) penggunaan narkoba.

Sebuah penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa HIV dapat bertahan hidup selama sedikitnya empat minggu dalam semprit bekas pakai. Bila kita harus memakai alat suntik bergantian, kita dapat mengurangi risiko infeksi dengan membersihkannya sebelum orang yang berikut memakainya. Bila mungkin, memakai semprit milik sendiri dan tidak memakainya bergantian dengan orang lain. Semprit ini tetap harus dibersihkan karena bakteri dapat bertumbuh di dalamnya.

Strategi terakhir dalam metode ABCDE, adalah Education (pendidikan). Penerapan strategi ini dilakukan dengan memberikan pengetahuan tentang HIV-AIDS kepada masyarakat, baik melalui penyuluhan, diskusi, karya tulis, maupun melalui media video pembelajaran. Pengetahuan akan HIV sangat penting, karena kurangnya pengetahuan akan HIV tidak hanya berpotensi menambah jumlah individu yang tertular, tapi juga akan menimbulkan paradigma berfikir yang salah dalam menyikapi penularan dan korban HIV.


 

 

 

bottom of page