top of page

.Bagaimana Mengetahui Status HIV ??

Individu yang pernah melakukan kegiatan yang beresiko menularkan HIV, sangat direkomendasikan untuk segera melakukan tes HIV. Informasi tentang status HIV sangat bermanfaat, dengan mengetahui status HIV sedini mungkin, penderita HIV bisa memperoleh penanganan medis yang lebih optimal .

Tes HIV mayoritas menggunakan darah sebagai sampel. Terdapat beberapa metode yang biasa digunakan dalam pengambilan darah untuk tes HIV yaitu : Unlinked Anonymous, Voluntary Anonymous, Voluntary Confidential, Mandatory, Compulsatory

Secara umum, tes HIV diklasifikasikan menjadi dua, yaitu : tes yang bertujuan mendeteksi antibodi, dan tes yang bertujuan mendeteksi Virus. Hingga saat ini, tes antibodi merupakan metode yang lebih sering digunakan, karena metode ini memerlukan biaya yang lebih murah, lebih mudah untuk diterapkan, dan hasilnya lebih mudah dinterpretasi. Sementara tes yang bertujuan mendeteksi virus, dilakukan pada kasus-kasus yang spesifik.

Dalam penerpanya, terdapat tiga prinsip utama test HIV yang dikenal dengan 3 C, yakni : Counseling, Consent, dan Confidential. Konseling terhadap penderita HIV dilakukan sebelum dan sesudah tes. Konseling sebelum tes. dilakukan untuk mempersiapkan mental pasien, dalam menghadapi hasil tes.Bagi Individu dengan hasil HIV positif,  konseling setelah tes, bertujuan membantu pasien agar bisa lebih memahami situasi yang dialaminya, dan memberdayakan pasien agar bisa menghadapi tekanan. Bagi Individu dengan hasil tes HIV Negatif, konseling pasca tes tetap diperlukan, untuk memberikan pemahaman bahwa dengan hasil tes negatif , bukan berarti seseorang kebal terhadap HIV,tetap ada   kemungkinan tertular HIV, jika melakukan kegiatan beresiko.

 

JENIS-JENIS TES HIV


Tes Antibodi

Uji antibodi HIV adalah tes darah yang jika digunakan untuk mengetahui status HIV. Jika prosedur pengujian diterapkan dengan tepat, tes ini memiliki akurasi 99%  .Tes Antibodi dapat menunjukkan apakah darah mengandung antibodi terhadap HIV atau tidak. Antibodi adalah protein yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh yang menandakan keberadaan bahan asingyang tidak diinginkan, seperti bakteri atau virus, yang mungkin telah memasuki tubuh. Setiap antibodi  berlaku spesifik untuk satu jenis bahan asing tertentu.

Hasil test antibodi adalah A Positif dan A Negatif. Hasil A positif berarti anti bodi untuk virus HIV terdeteksi, dengan kata lain, subjek yang ditest mengidap dan dapat menularkan HIV terhadap orang lain. Dengan adanya status positif HIV yang diperoleh berdasarkan tes antibodi, Subjek harus menjalani terapi medis untuk mennghambat perkembangan virus HIV didalam tubuh.

Pada tes antibodi, sebuah spesimen darah tunggal diuji dalam beberapa tahapan. pada tahap pertama, dilakukan tes EIA atau ELISA (enzyme-linked immunosorbent assay) pada sampel darah positif HIV. Tahap ini dapat menghasilkan kesimpulan positif palsu (positif dengan tidak adanya infeksi HIV) karena tes tidak dapat membedakan antara antibodi HIV dan antibodi tertentu lainnya yang mungkin hadir. Untuk mengatasi hal tersebut, EIA diulang dua kali jika hasilnya positif. Jika sampel darah menunjukan hasil negatif pada kedua tes EIA, maka laboratorium akan melaporkan hasil negatif. Jika dua dari tiga tes EIA positif, uji konfirmasi terpisah (biasanya analisis Western blot) dilakukan pada spesimen darah yang sama. Tes Western Blot biasanya akan menghilangkan positif palsu. Jika analisis Western blot positif, laboratorium akan melaporkan hasil positif. Setelah beberapa pengulangan tes dilakukan, sangat kecil kemungkinan kesimpulan positif palsu, sebuah penelitian menunjukan bahwa kemungkinan positif palsu setelah tes ulang adalah enam dibanding satu juta.

 

Tes HIV-2

HIV-2 adalah varian dari HIV banyak menginfeksi warga Afrika, khususnya Afrika Barat. HIV-2 ditularkan melalui rute yang sama dengan HIV-1, dan, seperti HIV-1, dapat menyebabkan AIDS. Tes antibodi yang umum tersedia adalah tes antibodi terhadap HIV-1. Tes Antibodi HIV-1 kadang tidak efektif untuk mendeteksi infeksi HIV-2.

Infeksi HIV-2 memiliki prevalensi rendah, dan sebagian besar orang yang terinfeksi adalah orang-orang   asal Afrika atau pasangan mereka. Negara-negara Afrika Barat dengan lebih dari 1%kejadian HIV-2 adalah: Gambia, Guinea Bissau, Pantai Gading, Cape Verde, Mali, Mauritania,Nigeria dan Sierra Leone. Negara-negara Afrika lainnya dengan insiden lebih besar dari 1% dari HIV-2 adalahAngola dan Mozambik.

.Rapid test

Rapid test adalah tes HIV yang dapat memberikan informasi tentang status HIV dalam waktu kurang dari satu jam. Rapid HIV test  merupakan uji penapisan infeksi HIV .Pemeriksaan menggunakan prinsip ELISA namun hasil lebih cepat diperoleh, yaitu setelah 20 menit.Karena menggunakan prinsip ELISA, strategi dalam deteksi infeksi HIV secara serologis berlaku untuk rapid HIV test..Rapid test yang disetujui FDA harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : Sensitifitas > 99%,  hasil tes yang tidak valid > 2%, T es harus memiliki indikator untuk memberikan tanda jumlah bahan uji sudah cukup atau alat penguji rusak, menggunakan bahan uji yang tidak perludiproses lebih dahulu, Tes tidak memerlukan intervensi operator dalam memberikan hasil dan analisis, Tes tidak memerlukan alat tambahan khusus. Berikut beberpa jenis rapid HIV test yang disetujui US Fooda nd Drug Administration(FDA), yaitu  yaitu Ora Quick® Rapid HIV-1/2  Antibody T es, Reveal™ G2 Rapid HIV-1  Antibody T est,  Uni-Gold Recombigen HIVT est, dan Multispot HIV-1/HIV -2 Rapid Test

 

OraQuick Rapid HIV-1 / 2 Antibody Test

OraQuick adalah tes antibodi menggunakan spesimen darah utuh yang diambil dari ujung jari maupun pungsi vena. Sampel pada tes ini bisa juga menggunakan cairan dari mulut dan plasma. OraQuick dapat mendeteksi status HIV dalam 20 menit. Pada tes ini darah, plasma atau cairan dari mulut dicampur dalam vialdengan larutan developer dan hasilnya dibaca dari perangkat pengujian berbentuk stick. OraQuick dapat mendeteksi antibodi HIV-1 dan HIV-2.

Interpretasi hasil Ora Quick sangat mudah. Hasil uji dapat dibaca langsung pada perangkat OraQuick. Alat tes ini terdiri dari dua baris kontrol yaitu baris C dan baris T.  Jika 1 pita kemerahan muncul di baris kontrol (C), hasil tes adalah negatif untuk antibodi HIV (sensitivitas 99,8%). Jika 2 pita kemerahan muncul, satu di baris kontrol (C) dan satu di baris tes (T) , tes adalah “reaktif”, artinya, hasil tes awal positif untuk antibodi HIV-1 atau HIV-2 (sensitivitas 99,3%). Jika tidak ada pita muncul di baris C, jika ada pita muncul di luar baris C atau T, atau jika latar belakang merah muda-merah muncul di jendela perangkat, artinya tes ini tidak sah dan harus diulang. Alat ini dapat digunakan sampai 6 bulan dari data pembuatan jika disimpan pada suhu kamar. Jangka waktu penggunaan larutan kontrol adalah 1 tahun jika belum dibuka atau 8 minggu setelah pembukaan jika disimpan di lemari   pendingin.


Reveal G3 Rapid HIV-1 Antibodi Test

Uji Reveal G3 hanya dapat mendeteksi antibodi terhadap HIV-1. .Pengujian dilakukan dengan mengambil spesimen darah dari vena dan centrifuge spesimen untuk memisahkan sel darah dari serum atau plasma. Tahapan pengujian dengan alat ini dimulai dengan memasukan larutan buffer kedalam cartridge tes dan dilanjutkan dengan memasukan serum atau plasma kedalam cartridge tersebut. Setelah cairan plasma terserap, tahap berikutnya adalah memasang tutup alat tes ini, danmenambahkan 12 tetes cairan buffer. Tahap terakhir adalah melepas tutup tes, hasil tes dapat dibaca langsung dari cartridge.

Sebuah pita merah pada catridge tes menunjukkan hasil tes adalah nonreaktif, yaitu, negatif untuk antibodi HIV-1. Titik merah dengan pita merah pada catridge tes menunjukkan hasil tes adalah reaktif, yaitu, tes awal positif antibodi HIV-1.Tidak adanya pita merah pada catridge setelah tes telah dilakukan atau muncul latar belakang merah muda-merah di seluruh jendela cartridge menunjukkan bahwa tes ini adalah tidak sah dan harus diulang.Jangka waktu penggunaan alat ini adalah sampai 12 bulan dari tanggal pembuatan jika disimpan pada suhu kamar.

 

Recombigen Uni-Gold HIV Test

Uni-Gold adalah tes untuk mendeteksi antibodi HIV-1 yang memberikan hasil dalam 10-12 menit. Spesimen yang digunakan adalah darah utuh (whole blood) yang diperoleh dari ujung jari atau fungsi vena, plasma, dan serum. Pengujian, dilakukan dengan mengambil spesimen yang memadai (serum, plasma, atau darah utuh) . Tahapan selanjutnya adalah memposisikan pipet secara vertikal di atas port sampel dan menambahkan 1 tetes spesimen serta 4 tetes larutan pencuci dari botol penetes ke port sampel.

Hasil uji dibaca langsung dari perangkat 10 hingga 12 menit                setelah spesimen ditambahkan. Sebuah garis kemerahan di baris “kontrol” tanpa garis di baris “test” menunjukkan bahwa hasil tes ini adalah negatif untuk antibodi HIV-1. Sebuah garis kemerahan dalam intensitas berapapun baik di baris “test” dan “kontrol” daerah menunjukkan tes ini adalah “reaktif”, yaitu awal positif antibodi HIV-1. Tidak ada garis di baris “kontrol” (terlepas dari garis membentuk di baris “test”) atau garis tidak berdekatan dengan daerah masing-masing menunjukkan tes tidak valid dan harus diulang.

 

Clearview HIV 1 / 2 Pak Stat

HIV Clearview 1 / 2 Stat Pak dapat mendeteksi antibodi HIV-1 dan HIV-2. Spesimen yang digunakan adalah darah utuh (whole blood) baik dari ujung jari ataupun fungsi vena, serum atau plasma. Sama seperti beberapa rapid test yang lain, clearview HIV 1/2 Pack Stat terdiri dari panel kontrol dan panel uji.

Hasil uji dibaca langsung dari perangkat setelah 15 sampai 20 menit. Hasil uji reaktif dapat terlihat kurang dari 15 menit. Untuk memastikan hasil tes nonreaktif, tester harus menunggu sampai 15 menit. Tes reaktif akan menunjukkan dua garis merah muda atau ungu – 1 garis di daerah uji (T) dan 1 garis di daerah kontrol (C). Garis di daerah uji mungkin terlihat berbeda dari baris di daerah kontrol. Intensitas dari garis uji dan kontrol mungkin bervariasi, namun hasil tes dengan garis yang terlihat di kedua daerah uji dan kontrol, terlepas dari intensitasnya, dianggap reaktif, yang berarti bahwa antibodi HIV-1 dan atau HIV-2 terdeteksi dalam spesimen. Hasil pengujian diinterpretasikan sebagai positif awal antibodi HIV-1 dan atau HIV-2.

 

Multispot HIV-1/HIV-2 Rapid Test

Multispot adalah jenis Rapid Test yang dapat mendeteksi antibodi HIV-1 dan HIV-2. Untuk melakukan pengujian ini, langkah pertama adalah mengencerkan spesimen dengan pengencer spesimen dan kemudian menambahkannya ke catridge tes melalui prefilter. Setelah spesimen yang telah diencerkan tersebut diserap, langkah selanjutnya adalah melepas prefilter. Jika antibodi terhadap HIV-1 dan atau HIV-2 terkandung dalam spesimen maka antibodi akan mengikat antigen pada mikropartikel di titik-titik tertentu pada membran cartridge. Tahap berikutnya adalah menambahkan konjugat ke cartridge. Konjugat akan mengikat kompleks antibodi-antigen pada membran cartridge.

Hasil uji dibaca langsung dari perangkat setiap saat setelah ujian selesai. Titik procedural control akan berubah berwarna ungu jika tes telah dilakukan dengan benar. Jika tidak ada warna muncul di tempat kontrol, tes ini tidak sah dan harus diulang dengan catridge baru. Jangka waktu penggunaan kit sampai 1 tahun apabila disimpan di lemari pendingin atau 3 bulan pada suhu kamar.

 

Clearview Complete HIV 1 / 2

Clearview Complete HIV 1 / 2 merupakan jenis rapid test yang dapat mendeteksi antibodi HIV-1 dan HIV-2 dalam darah utuh baik dari fingerstick atau fungsi vena, dan spesimen serum atau plasma. Bentuk perangkat tes ini menyerupai jarum suntik dengan ujung sampler sempit. Vial buffer sekali pakai diletakkan di bagian bawahnya.

Untuk melakukan pengujian, dibutuhkan spesimen berupa darah. waktu yang diperlukan untuk melakukan tes demgan alat ini adalah 15 menit. Tes reaktif akan menunjukkan dua garis merah muda atau ungu – 1 garis di daerah uji dan 1 garis di daerah kontrol. Tes nonreaktif akan menunjukkan 1 garis merah muda atau garis ungu di daerah kontrol, tapi tidak ada garis di daerah uji. Hasil tes nonreaktif berarti bahwa antibodi baik HIV-1 atau HIV-2 tidak terdeteksi pada spesimen dan hasil tes diinterpretasikan sebagai negatif untuk kedua antibodi.

Tes ini tidak berlaku jika tidak ada garis merah muda-ungu di daerah kontrol. Demikian pula, tes tidak valid jika ada garis muncul di luar daerah kontrol atau daerah uji. Tes tidak valid tidak bisa ditafsirkan. Tes tidak valid harus diulang dengan perangkat baru. Jangka waktu penggunaan alat adalah sampai 24 bulan dari tanggal pembuatan jika disimpan pada suhu kamar

 

INSTI HIV Antibody Test
 
INSTI HIV Antibody test merupakan tes HIV buatan Laboratorium Biolytical Kanada . Tes ini dapat memberikan hasil dalam   waktu 60 detik, berbeda dengan enam uji tes cepat HIV lain sebelumnya, yang rata-rata memberikan hasil antara 15 hingga 20 menit. Produsen perangkat ini telah melakukan 16.000 uji klinis melibatkan sampel darah utuh, darah dari ujung jari, serum, dan plasma dari lebih dari 6000 orang pasien. Pembuatan uji ini meng-habiskan waktu 2 tahun. Hasil percobaan klinis menunjukkan sensitivitas dan spesifisitas uji ini masing-masing sebesar 99,8% dan 99,5%

Uji ini dapat mendeteksi antibodi HIV-1 pada darah utuh (whole blood)dari ujung jari (finger stick)atau vena, atau plasma. Labora-torium Biolytical telah membuat antigen unik terdiri dari protein rekombinan untuk HIV-1 dan HIV-2. Pembuatan kedua antigen unik ini sangat penting karena tren tes HIV saat ini mengarah ke algoritma uji cepat dan mengurangi ketergantungan pada tes Western Blot dan Indirect Fluorescent Antibody (IFA) yang mahal dan memerlukan waktu lama. INSTI HIV-1 Antibody Testtersedia dalam kemasan untuk penggunaan di laboratorium maupun di luar laboratorium

 

Manfaat Uji Cepat HIV

Adanya perangkat uji cepat (rapid test)HIV, memungkinkan  seseorang untuk mengetahui status HIV dalam satu kali         kunjungan. Hal ini akan meningkatkan kenyamanan baik bagi pasien maupun dokter; dan jika mereka positif, dapat langsung diberi kesempatan untuk mendapatkan perawatan medis.Adanya perang-kat praktis ini juga akan membantu mening-katkan akses terhadap tes HIV karena dapat dilakukan di luar laboratorium.Alat uji baru ini secara langsung memberikan kontribusi pada strategi penanggulangan HIV/ AIDS yaitu meningkatkan jumlah orang hidup dengan HIV yang mengetahui sero status mereka, sebuah langkah penting dalam upaya pencegahan penyebaran HIV/AIDS.

Dengan adanya uji cepat, pengujian dan pengobatan dini HIV/AIDS pun menjadi lebih efisien termasuk dalam pengaturan pasien di ruang gawat darurat rumah sakit dan klinik kesehatan masyarakat. Namun, seperti halnya semua rapid test, hasil positif dari uji cepat ini hanya menjadi pertimbangan awal dan harus dikonfirmasi untuk menegakkan diagnosis

 

Tes Viral Load

Tes viral load adalah tes untuk mengukur jumlah virus HIV yang ada dalam darah. Terdapat beberapa metode untuk melakukan tes viral, metode-metode tersebut antara lain : PCR, branched DNA, dan metode NASBA.

Metode PCR (polymerase chain reaction) memakai suatu enzim untuk menggandakan HIV dalam contoh darah. Kemudian reaksi kimia menandai virus. Penanda diukur dan dipakai untuk menghitung jumlah virus. Tes jenis ini dibuat oleh Roche dan Abbott. Metode bDNA (branched DNA) menggabungkan bahan yang menimbulkan cahaya dengan contoh darah. Bahan ini mengikat pada bibit HIV. Jumlah cahaya diukur dan dijadikan jumlah virus. Tes jenis ini dibuat oleh Bayer. Metode NASBA (nucleic acid sequence based amplification) menggandakan protein virus agar dapat dihitung. Tes jenis ini dibuat oleh bioMerieux.

Masing-masing tes menunjukkan hasil yang berbeda untuk contoh yang sama. Karena hasil tes berbeda, kita sebaiknya tetap memakai jenis tes yang sama untuk memantau kecenderungan viral load. Catatan: Tampaknya semua tes viral load di Indonesia memakai metode PCR.

Viral load biasanya dilaporkan sebagai jumlah tiruan atau copies HIV dalam satu mililiter darah (copies/mm3). Hasilnya sering disebut sebagai angka saja, tanpa disebut satuan. Batas atas tes kurang lebih 1 juta, dan terus disempurnakan sehingga menjadi lebih peka. Batas bawah tes bDNA pertama adalah 10.000. Model tes generasi kedua dapat mengukur hingga 48. Saat ini ada tes sangat peka yang mampu mendeteksi kurang dari lima copies.

Hasil dari Viral load adalah laporan jumlah tiruan atau copies HIV dalam satu mililiter darah (copies/mm3). Hasil tes viral load yang terbaik adalah yang dilaporkan sebagai ‘tidak terdeteksi’. Ini berarti jumlah virus yang ada tidak cukup untuk dihitung oleh tes.


Tes antigen p24

Tes antigen p24 adalah jenis lain dari tes HIV. P24 antigen adalah protein yang merupakan bagian dari HIVdan diproduksi secara berlebihan pada awal periode infeksi, ketika ada ledakan awal replikasi virus. Karena p24Uji Antigen sangat spesifik dan dapat mendeteksi infeksi HIV sebelum tes antibodi HIV, tes ini digunakan untuk mendiagnosa awal infeksi HIV. Tes ini biasanya direkomendasikan dilaksanakan 2-4 minggu setelah kemungkinan terkena HIV. Kadang-kadang digunakan bersama dengan tes antibodi untuk mengatasi “false Negative “ pada periode jendela. Tes Antigen p24 (postif maupun negatif) harus selalu dibarengi dengan Tes HIV lainnya sebelum status pasien bisa ditentukan.

 

 

 

bottom of page